langit-laut

7 May 2010

Kali ini akan kuceritakan sebuah kisah, tentang dua hal yang paling kusukai. Kisah ini memang hanya fiksi belaka, namun diyakini oleh masyarakat cina. Bahkan mitologi sastra cina klasik pernah memversikan kisah ini. Namun aku punya versiku sendiri. Sebuah cerita tentang laut dan langit.

Cerita tentang laut dan langit

Dulu sekali ketika bumi baru saja terbentuk, dimana belum ada manusia di bumi. Dimana udaranya masih selembut kapas, airnya sejernih pancaran mata seorang bayi dan hijaunya rumput selaksana permadani raksasa yang membentang. Surga dalam benakku persis seperti ini.3255308015_b6e68935d5

Terkisahlah langit yang memendam cinta teramat besar kepada laut. Cinta dan gairah yang tak dapat dibendung. Perasaan cinta dan keputusasaan. Tibalah hari dimana langit menyatakan cintanya kepada laut. aku mencintai mu laut, katakan kepadaku apa yang dapat aku lakukan agar dapat membuatmu senang kata langit putus asa. tidak ada yang dapat kau lakukan langit, sebesar apapun cintamu kepadaku tidak akan pernah membuat kita bersatu jawab laut tak kalah putus asa.

Langit tahu bahwa ini adalah cinta yang tak mungkin, dan langit pun menangis. Tangisan langit berupa hujan deras yang membasahi bumi. Langit marah tapi tak tahu kepada siapa. Kemarahan langit berupa petir yang menyambar-nyambar. jangan menangis langit, berdoalah pada Tuhan agar melakukan sesuatu untukku. Bukankah Tuhan ada di dekat mu kata laut dengan sedih. Dan langit pun berdoa Tuhan, aku datang mengadu kepada Mu. Aku tidak dapat menyentuh laut ku, ciptaan Mu. Berilah aku warna supaya laut dapat memantulkan warnaku agar ia tahu betapa besar rasa cintaku padanya. Dan doa langitpun terkabul, Tuhan memberikan langit warna biru untuk menentramkan hati langit yang selalu gundah. Ajaib, laut langsung berubah warna dari bening membosankan berubah menjadi biru mengagumkan. Semakin dalam laut maka warnanya akan semakin biru, sebiru perasaan langit kepadanya.

Aku cantik langit, terima kasih. Katakan apa yang dapat aku lakukan untuk mu kata laut pernuh gembira. tidak perlu melakukan apa-apa laut, tetaplah berkilauan seperti ini aku suka memandangmu dari atas sini. Jawab langit. Namun, laut tak ingin berdiam diri maka ia pun berdoa kepada Tuhan. ya Tuhan bumi ini begitu luas begitu pula aku, jika aku hanya bewarna biru saja maka kasihan langit yang lama-kelamaan akan bosan dengan warnaku berilah aku sesuatu yang dapat bergerak, melambai,dan melompat bisik laut diam-diam kepada Tuhan. Maka, tak lama Tuhan mengabulkan doa laut. Tuhan menganugerahi laut ikan-ikan bewarna-warni yang senantiasa bergerak kesana-kemari, terumbu karang yang melambai-lambai dan paus serta lumba-luma yang tak henti-hentinya melompat-lompat. oh..laut kau cantik sekali kata langit sambil tersenyum. Ketika langit tersenyum, awan-awan muncul berkejaran kesana kemari, matahari seolah mendekat dan bersahabat sambil memancarkan cahaya yang paling indah. langitku lihat lah awan-awan itu indah sekali, mereka bagaikan embun menetes, terima kasih Tuhan. Pada saat itu cerahnya langit memantulkan cahaya yang paling indah untuk laut. Kemilau pancaran sinar matahari yang seolah mendukung kisah cinta mereka dan menjadikan laut tampak seperti kilau mutiara jika dipandang dari kejauhan.

Dan tibalah malam menjelang selaksana tinta hitam nan kelam. Matahari bersembunyi, tidak ada sinar. Tidak ada cahaya dan tidak ada warna biru. langiit aku sehitam tinta malam kata laut sambil terisak. Langit meminta kepada matahari untuk keluar dari persembunyiannya. aku tidak bisa langit, mintalah kepada Tuhan untuk melakukan sesuatu kata matahari kepada langit. Lalu tanpa mengenal putus asa langit kembali berdoa kepada Tuhan. ya Tuhan kirimkan setitik cahaya agar lautku tak lagi tenggelam dalam kelamnya sang malam. Pinta langit kepada Tuhan. Dan Tuhan yang maha baik memunculkan bulan dan bintang-bintang. Dan laut pun berhenti bersedih. Langit pun terlihat indah dikala malam. Tak henti-hentinya laut bersyukur, kini ia tak perlu takut ketika malam menjelang karena langit akan memancarkan bulan dan bintangnya.

Hari berganti ke minggu, bulan berganti ke tahun. Tak terasa kebersamaan mereka sudah berlangsung lama sangat lama. Tapi rasa cinta langit kepada laut tak pernah surut, begitu pun sebaliknya laut sangat mencintai langit. Ketika fajar mereka, pagi menyingsing dan siang menerpa langit memandang laut dan tak henti-hentinya mengagumi keindahannya. Dan ketika matahari mulai bergerak turun, malam pun datang laut memandang langit dengan penuh kerinduan. Bulan yang bersinar dan bintang yang berkerlap-kerlip bagaikan titik-titik api kecil. Begitulah seterusnya. Dan seterusnya. Mereka hanya dapat saling memandangi satu sama lain. Memendam hasrat dan kerinduan yang tak mungkin dapat teralmpiaskan. Pernah sekali waktu laut mencoba menemui langit, namun apa yang terjadi tangga menggulung-gulung yang di bangun laut dengan susah payah menyebabkan kerusakan dan bencana. Padahal pada saat itu laut hanya ingin mengadu kepada langit bahwa betapa manusia itu kejam. Laut hanya ingin memeluk langit dan mencurahkan segala kegundahan hatinya, bahwa pemberian Tuhan telah diambil secara membabi buta oleh manusia. Karena melihat kekasih hatinya bersedih langit pun menjadi sering menangis.

Kini dalam kesedihannya, langit dan laut terus memanjatkan doa kepada Tuhan. Sambil berdoa mereka pun berjanji untuk terus bersama. Selamanya.

Diandra astari,

Jakarta 24.04.10

P.S : Ingatlah kisah ini ketika kalian memandangi langit atau laut. Selamat hari bumi.


TAGS curhat fiksi langit laut sehari-hari cerpen.


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post