Sukses itu….

11 Dec 2009

imagesPernah kah terpikir oleh anda apakah sukses itu sebenarnya. Bukan pengertian secara harfiah namun lebih kepada makna dari sukses itu sebenarnya. Terus terang saya sediri pun masih terus mencari tahu apa sebenarnya sukses itu. Apakah sukses itu untuk sesaat atau sukses untuk selamanya. Teman-teman saya sering mengakhiri pertemuan dengan cipika-cipiki sambil berkata” sukses ya..”. Saya rasa tidak hanya saya tapi juga anda sering berkata “sukses ya…”

Sewaktu saya di interview di sebuah perusahaan multinasional, sang interviewer mengajukan pertanyaan ” apa sukses story anda?” lantas saya yang minim pengalaman kerja dan pengalaman organisasi menjawab “saya dapat menyelesaikan skripsi saya hanya dalam waktu 3 bulan” lalu saya lanjutkan dengan bagaimana perjuangan saya hidup di Jakarta sendirian. Saya juga bercerita bahwa saya yang gadis kampung tapi memiliki cita-cita besar akhirnya dapat beradaptasi dengan kehidupan Jakarta padahal saya tahu dan semua orang tahu itu tidaklah mudah. Dan, sepertinya sang interviewer tampak tidak puas dengan jawaban-jawaban saya terlihat dari keningnnya yang berkerut-kerut. Mungkin dia mengharapkan jawaban seperti “yah..saya pernah memenangkan nobel, saya juga pernah juara 1 lomba pidato, saya pernah ikut pertukaran pelajar dan seterusnya dan seterusnya” tapi alih-alih saya membeberkan prestasi saya malah menceritakan keberhasilan saya dalam bidang yang lain. lantas apakah jawaban-jawaban saya tadi dapat dikategorikan sebagai success story?

lalu, beralih kepada cerita dari teman-teman kuliah saya, yang baru lulus dan baru mulai menapaki kehidupan baru, yaitu kehidupan sebagai seorang karyawati. Bagaimana mereka selalu bercerita tentang pekerjaan mereka yang sangat menyenangkan. Bagaimana mereka dapat membeli gadget terbaru yang sedang In saat ini. lalu salah seorang teman saya berucap “ih…seneng deh berarti temen-temen… (nama disembunyikan) udah sukses semua”. Saya lagi-lagi bertanya apakah sukses itu hanya sebatas mampu membeli gadget terbaru, dan berganti-ganti pekerjaan?

Lain lagi dengan teman saya yang sudah memasuki usia di masa dewasa akhir, menurutnya sukses itu adalah bagaimana menemukan pasangan sejiwa yang dapat diajak berbagi-maklum saja teman saya ini pernah gagal dalam pernikahan- dalam banyak hal. Membina hubungan baik dengan sang Pencipta baik untuk diri sendiri dan juga mengajak pasangan untuk turut serta apabila sang pasangan belum ‘terlalu’ dekat dengan sang Kholik. sukses juga termasuk membina hubungan baik dengan orang-orang disekitar. Saya lagi-lagi bertanya-tapi hanya dalam hati- terus bagaimana dengan mereka yang memutuskan untuk tidak-bukan belum- menikah dan bersedia untuk hidup bersama tanpa ikatan pernikahan?

saya bertannya ke banyak orang rasanya tidak adil apabila saya tidak bertanya kepada ibu saya. Dan sebagai ibu dengan bijak ibu saya berkata bahwa ” mama sih gak muluk-muluk mama merasa sukses kalau melihat semua anak mama hidup bahagia dan melihat kamu anak perempuan mama satu-satunya dapat menemukan suami yang sayang sama kamu dan sayang sama keluarga besar kita” . Lalu seketika saya mengerti bahwa ternyata sukses itu tergantung dari sudut pandang apa kita melihat. Mungkin penglaman hidup, usia, dan mungkin pergaulan mempengaruhi pola pikir kita mengenai arti sebuah kesuksesan.

Ketika saya masih sekolah dulu, saya berusaha untuk mendapat nilai sebaik mungkin, tidak ada merah di raport, selalu terlihat seperti anak manis dan dekat dengan laki-laki yang menjadi idola di sekolah adalah sukses. Begitu juga saat kuliah, IPK yang bagus, nilai B menyelesaikan skripsi hanya dalam waktu 3 bulan dan mendapatkan nilai A adalah sukses. Mungkin, ketika saya mendapatkan pekerjaan yang saya impi-impikan, yaitu bekerja di majalah Cosmopolitan saya mengatakan bahwa saya sukses. Ketika suatu hari nanti saya dapat menghajikan kedua orang tua saya, maka saya sukses. Dan ketika saya menikah dengan laki-laki rupawan maka saya sukses.

Entahlah, sukses yang pasti adalah perasaan senang. Ya kan, selama ini kesuksesan selalu dikaitkan dengan keberhasilan dalam mencapai sesuatu. Jadi, ketika hari ini kita dapat mengerjakan Sholat 5 waktu berarti kita sukses dalam mendekatkan diri kepada sang kholik. Ketika hari ini kita membuat orang tersenyum berarti kita sukses. tidak perlu beli blackberry untuk bisa diakui bahwa kita sudah sukses. Apapun yang kita lakukan dan dari apa yang kita lakukan itu berbuah perasaan senang dan bahagia maka kita sebenarnya sudah sukses. So..salam sukses.

Jakarta, 23:54.


TAGS sukses masa depan cita-cita cerita hidup


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post